PARTISIPASI INDONESIA PADA EAST ASIA PLANT VARIETY PROTECTION FORUM KE-10

Myanmar 2

East Asia Plant Variety Protection (EAPVP) Forum adalah forum regional Negara ASEAN+3 (Jepang, China dan Korea) yang diinisiasi pertama kali oleh Jepang pada tahun 2008 dan sejak saat itu menjadi kerangka kerjasama untuk mempromosikan mengembangkan dan menjalankan sistem PVT untuk mencapai kedaulatan panen dan manfaat lainnya seperti keberlanjutan kegiatan pemuliaan tanaman. EAPVP Forum menjadi platform untuk Indonesia mengembangkan sistem perlindungan varietas tanaman dalam bentuk pertukaran informasi, peningkatan kapasitas SDM dan harmonisasi panduan-panduan teknis.

Pada Pertemuan EAPVP Forum ke-10 dilaksanakan di Nay Pyi Taw, Myanmar tanggal 11-12 September 2017 yang dihadiri oleh 11 Negara anggota (Jepang, China, Korea Selatan, Malaysia, Thailand, Cambodia, Laos, Vietnam, Filipina, Myanmar, dan Indonesia) serta beberapa organisasi internasional terkait seperti International Union for the Protection of New Varieties of Plants (UPOV), Community Plant Variety Office (CPVO), GNIS, dan Kantor Perwakilan EAPVP Forum JATAFF Jepang.

Pertemuan dibuka secara resmi oleh H.E. Dr. Tin Htut, Permanent Secretary, Ministry of Agriculture, Livestock and Irrigation (MOALI) Myanmar dimana setelah itu setiap anggota menyampaikan perkembangan sistem perlindungan varietas tanaman di masing-masing Negara anggota. Dapat disimpulkan bahwa secara umum posisi Indonesia hamper sama dengan Negara ASEAN lainnya seperti Thailand dan Vietnam, meskipun dapat dilihat terjadi kenaikan jumlah permohonan dan sertifikat hak PVT yang dapat memacu Indonesia untuk membuat upaya-upaya untuk lebih memudahkan pemulia yang mandiri untuk memanfaatkan sistem PVT serta bentuk kerjasama lainnya.

Myanmar1Pertemuan tersebut juga melaksanakan seminar dengan the Socio-Economic Benefits of UPOV Membership  yang disampaikan oleh perwakilann China dan Vietnam. Dari seminar dapat ditarik kesimpulan bawha UPOV membership sangat dirasakan oleh Negara yang telah kuat industri perbenihannya. Sehingga tantangan bagi Indonesia untuk memajukan industry benih sehingga siap berkompetisi dengan industri benih internasional.

Dalam rangka menuju kesiapan Indonesia meningkatkan sistem PVT Indonesia,  maka Pusat PVTPP perlu membuat suatu komparasi dampak dari keanggotaan UPOV baik untuk anggota UPOV dan bukan anggota UPOV, dan Indonesia sedang dalam tahap mengembangkan road map upaya-upaya yang diperlukan serta pertimbangan keuntungan dan kerugian dari menjadi anggota UPOV.

EAPVP Forum merupakan sarana bagi Negara anggota dalam pengelolaan Perlindungan Varietas Tanaman serta mempelajari lebih lanjut berbagai kepentingan antar Negara dan organisasi terkait dengan kenggotaan UPOV, sebagai benchmark Indonesia dalam menentukan posisi yang tepat. Pertemuan EAPVP Forum ke-11 pada tahun 2018 adalah Filipina.