Permohonan Informasi Impor Benih Padi Baru dari China

Tamu Cina

Prof. Erizal Jamal, Kepala Pusat PVTPP, menerima kunjungan Mr. So Yao dari Yuan’s Hi-Tech Seed Co., Ltd, Negara Tiongkok dan perwakilan PT. Rabana Agro Resources dalam rangka permohonan informasi proses impor contoh benih paadi baru dari Tiongkok, Selasa 23/01/2017 di Kantor Pusat PVTPP.

Perwakilan dari Badan Karantina Pertanian dan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan hadir pada kunjungan tersebut. Disampaikan dari Badan Karantina Pertanian bahwa Indonesia menganut prinsip kehati-hatian dalam hal impor benih dari Negara Tiongkok karena pernah terjadinya outbreak dengan ditemukannya hama penyakit dari benih cabai illegal yang dibawa masuk WN Tiongkok dengan paspor turis. Dengan pengalaman tersebut, telah ditetapkan kebijakan untuk benih impor dari Negara Tiongkok wajib melampirkan informasi dari karantina Negara Tiongkok tentang hama dan penyakit selama tiga tahun terakhir.

Ditjen Tanaman Pangan juga menyampaikan bahwa terdapat kebijakan baru khusus untuk benih padi dan jagung, Indonesia tidak mengijinkan  untuk memasukkan benih F1 karena sudah mencukupi stock di dalam negeri dan hanya mengizinkan benih tetua saja. Untuk benih contoh diwajibkan persyaratan screening test dan seed production test. Pusat PVTPP pada prinsipnya siap untuk memproses permohonan perizinan yg masuk secara elektronik yang telah memenuhi persyaratan sesuai ketentuan perundang-undangan.