Potensi Permohonan Hak PVT dari Jepang

Kunjungan jepang1

Ministry of Agriculture, Forestry and Fisheries (MAFF) Jepang pada tanggal 16 – 21 Januari 2017 melaksanakan kunjungan ke Pusat PVTPP dan beberapa perusahaan benih di Jawa Barat dan Jawa Timur. Tujuan dari kunjungan tersebut adalah untuk mempelajari prosedur pengajuan permohonan Hak Perlindungan Varietas Tanaman (PVT) serta implementasi Hak PVT di Indonesia. Delegasi dari MAFF Jepang adalah Mr. Akira Nagata (Senior Programme Coordinator,United Nations University), Mr. Tsukasa Kawakami (Head of Plant Variety Protection Section,Department of DUS Test and Seed Inspection, Center for Seeds and Seedlings, National Agriculture and Food Research Organization (NARO), Mr. Masaki Kashiwagi (Regional Manager, International Sales & Marketing Dept., TAKII & COMPANY, LIMITED), dan Mrs. Kazue Matsubara (JATAFF Secretariat). Output dari kegiatan ini adalah MAFF Jepang akan menyusun manual (panduan) permohonan Hak PVT di Indonesia yang akan diberikan kepada perusahaan-perusahaan benih di Jepang yang berminat untuk memohonkan Hak PVT di Indonesia.

Untuk mengakomodasi study visit tersebut, Pusat PVTPP memberikan informasi tentang sistem PVT di Indonesia dan prosedur permohonan Hak PVT serta pengujian BUSS yang disampaikan oleh Kepala Bidang PVT, Kepala Subbidang Pelayanan Teknis, dan Koordinator Fungsional Pemeriksa PVT. Pusat PVTPP juga mengundang Balai Pengelola Alih Teknologi Pertanian, Badan Litbang Pertanian untuk memaparkan pengelolaan hasil Hak Kekayaan Intelektual dan alih teknologi dari hasil penelitian Badan Litbang Pertanian, serta pengalaman sukses lisensi Hak PVT ke perusahaan swasta.

Pusat PVTPP juga mengundang salah satu Konsultan PVT, Prayudi Setiadharma untuk menyampaikan  pengalamannya mengajukan permohonan Hak PVT dari luar negeri, di antaranya padi milik perusahaan Sichuan Guohao China yang berhasil memperoleh Sertifikat Hak PVT. Dari pemaparannya, dapat disimpulkan bahwa dari 27 Konsultan PVT belum banyak yang optimal dalam mengajukan permohonan Hak PVT karena angka permohonan dari luar negeri masih tergolong rendah.

Delegasi MAFF Jepang juga mengunjungi Stasiun Uji BUSS Manoko untuk melihat fasilitas pemeriksaan substantif komoditas tanaman dataran tinggi. Pada kesempatan tersebut, MAFF Jepang memberikan informasi tentang Outline Japan PVP System. Selanjutnya untuk memberikan gambaran secara lengkap MAFF Jepang juga berkunjung ke beberapa perusahaan benih yang telah memanfaatkan hak PVT, yaitu PT East West Seed Indonesia di Purwakarta, Jawa Barat, PT BISI International Tbk, serta PT Agri Makmur Pertiwi di Jawa Timur. Pada saat konsultasi dengan pihak swasta tersebut, hal yang banyak dibahas adalah perbedaan antara sistem PVT dan pelepasan varietas, dimana PVT adalah opsional sedangkan pelepasan merupakan kewajiban perusahaan benih sebelum mengedarkan dan/atau menjual benihnya.

Kunjungan ini memberikan manfaat bagi kedua belah pihak dan menandai semakin eratnya jalinan kerjasama dalam kerangka pengembangan sistem PVT di Indonesia. Bagi Pusat PVTPP, informasi mengenai strategi Jepang dalam mengelola sistem PVTnya hingga mencapai kemajuan seperti saat ini tentunya akan menjadi bekal penting untuk dapat melakukan upaya-upaya pengembangan sistem PVT sesuai dengan kondisi di Indonesia. Bagi Jepang, informasi yang diperoleh akan digunakan untuk mendorong pengajuan permohonan Hak PVT dari luar negeri di Indonesia.