PUSAT PVTPP GARDA TERDEPAN PELAYANAN PUBLIK KEMENTERIAN PERTANIAN: SIMPEL, TERMONITOR, TERAWASI

IMG_9672

PRESS RELEASE

Surabaya – Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian  (Pusat PVTPP) menyelenggarakan kegiatan “Koordinasi Teknis Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian Regional Indonesia Timur” di Hotel Santika Premiere Gubeng, Jumat (28/04/2017) dengan mengundang para stakeholder Pusat PVTPP.

Sesuai Permentan Nomor 43/Permentan/OT.140/8/2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pertanian, Pusat PVTPP sebagai Unit Kerja Pelayanan Publik (UKPP) lingkup Kementerian Pertanian memiliki tugas melaksanakan pengelolaan perlindungan dan pendaftaran varietas tanaman, serta pelayanan perizinan dan rekomendasi teknis pertanian. Berdasarkan  Permentan tersebut, maka keberhasilan Pusat PVTPP melaksanakan tugasnya dapat dilihat dari pencapaian target kinerja yang telah ditetapkan serta tingkat kepuasan pengguna layanan mendapatkan pelayanan PRIMA.

Sebagai perwujudan komitmen dan deklarasi Pusat PVTPP “Menuju Pelayanan PRIMA” (Profesional, Responsif, Integritas, Maksimal, dan Antisipatif), kami terus meningkatkan kesepahaman antara Kementerian Pertanian dengan stakeholder terkait di daerah tentang  upaya sistematis dan berkelanjutan tentang posisi strategis perlindungan varietas tanaman, pedaftaran varietas lokal dan hortikultara dalam pengembangan industri benih dan penyelamatan plasma nutfah di dalam negeri dengan menjadi benih dan bibit sebagai tulang punggung upaya peningkatan produksi pertanian.

Untuk itu, Pusat PVTPP mengajak seluruh jajaran Pemerintah Daerah selain berpartisipasi dalam  peningkatan produksi juga berperan aktif dalam penyelamatan plasma nutfah melalui pendaftaran varietas lokal di Indonesia yang bertujuan untuk menginventarisir plasma nutfah Indonesia sebagai kekayaan sumber daya alam kita. Tahun 2017, Pusat PVTPP antara lain telah menandatangani MoU bersama dengan Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kalimantan Barat, Provinsi DI. Yogyakarta, Provinsi Aceh, Provinsi Bengkulu dalam rangka Percepatan Pendaftaran Varietas Lokal. Diharapkan kedepan akan semakin banyak lagi MoU-MoU yang akan dikerjasamakan dengan Pemerintah Daerah seiring dengan tumbuhnya kesepahaman bersama tentang pentingnya pelestarian Sumber Daya Genetik Indonesia.

Pada pelayanan perizinan pertanian, Pusat PVTPP selalu dituntut untuk memberikan kualitas pelayanan yang cepat, tepat dan mudah sehingga perbaikan-perbaikan akan terus dilakukan seiring dengan relaunching layanan SIMPEL (Sistem Informasi Manajemen Perizinan Pertanian Elektronik) kepada masyarakat. Layanan SIMPEL ini merupakan komitmen Pusat PVTPP untuk 100% melayani secara elektronik dengan mengubah bentuk ruang layanan untuk meminimalkan kontak antara masyarakat dengan petugas, dan lebih fokus kepada pendampingan dan konsultasi, sehingga layanan menjadi mudah dan transparan kepada masyarakat.

Pusat PVTPP, sebagai UKPP terdepan yang berhadapan dengan masyarakat, juga bertanggung jawab dalam pengawasan atas setiap izin dan rekomendasi pertanian yang dikeluarkan oleh Kementerian Pertanian.  Saat ini ada 7 izin dan 5 rekomendasi pertanian yang pengelolaanya dibawah koordinasi Pusat PVTPP. Maka, koordinasi dengan seluruh Unit Kerja Eselon 1 teknis terkait serta Kepolisian Republik Indonesia perlu ditingkatkan untuk memonitor dan mengawasi realisasi izin yang dikeluarkan dengan pola sistem monitoring dan pelaporan secara berkala sebagai dasar dalam melakukan evaluasi.  Pada acara di Surabaya ini secara khusus dilakukan koordinasi dan monitoring terkait dengan perizinan pupuk, diundang beberapa produsen pupuk. Pusat PVTPP bersama perwakilan Bareskrim Polri menjelaskan dampak dan ancaman terhadap  pengedaran pupuk palsu. Hal ini merupakan salah satu bentuk  pembinaan kepada masyarakat untuk mencegah pemalsuan dan penggunaan produk sarana pertanian ilegal.  Pada acara ini juga dilakukan pembinaan terhadap para petani yang juga melakukan kegiatan pemuliaan. Diharapkan melalui acara ini akan mendorong para petani untuk  mendapatkan sertifikat perlindungan varietas tanaman, sebagai bentuk perlindungan pemerintah terhadap hasil pemuliaan yang dihasilkan petani.

Peningkatan sarana prasarana juga cukup strategis dalam memberikan pelayanan. Pengembangan SDM dalam skill yang mumpuni, dan memaksimalkan sarana pemeriksaan substantif perlindungan varietas tanaman untuk mendapatkan kepercayaan penuh dari para stakeholder bahwa Pusat PVTPP 100% berkomitmen memberikan layanan PRIMA.