Pusat PVTPP Giat Sosialisasikan Pentingnya Peran Perlindungan dan Pendaftaran Varietas Tanaman dalam Pemuliaan Tanaman

Pemuliaan tanaman merupakan serangkaian kegiatan penelitian dan pengembangan genetik tanaman (modifikasi gen atau kromosom) untuk merakit varietas unggul tanaman. Disinilah peran plasma nutfah sebagai sumber daya genetik menjadi sangat penting sebagai materi pemuliaan tanaman, baik konvensional maupun modern breeding.

Mengingat peran plasma nutfah sebagai salah satu sumber daya alam sangat penting, maka pemerintah harus mejaga keragaman sumber daya genetik agar tidak punah. Dengan banyaknya penggunaan varietas baru untuk pertanian komersial mengakibatkan berkurangnya keragaman genetik varietas lokal. Maka untuk melestarikan varietas lokal, Pemerintah telah memiliki sistem pendaftaran varietas tanaman baik lokal dan hasil pemuliaan sejak tahun 2000 dengan berlakunya UU No. 29 Tahun 2000 tentang Perlindungan Varietas Tanaman. Dengan sistem ini memungkinkan Indonesia memiliki database varietas tanaman lokal dan hasil pemuliaan yang dapat digunakan sebagai sumber informasi bagi pemulia tanaman dalam menciptakan keragaman varietas tanaman.

Dengan semakin beragamnya varietas tanaman, maka akan memberi materi yang beragam pula untuk merakit varietas unggul baru dalam rangka mendukung upaya peningkatan kualitas dan daya saing serta menjawab tantangan global dan sesuai selera konsumen (customer oriented).

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perlindungan varietas tanaman dan pendaftaran varietas tanaman maka Pusat PVTPP secara rutin mensosialisasikan informasi tentang perlindungan varietas tanaman dan pendaftaran varietas tanaman. Perlindungan varietas tanaman dilaksanakan untuk memberikan perlindungan pada pemulia yang menghasilkan varietas baru, sedangkan pendaftaran varietas tanaman menurut PP No. 13 Tahun 2004, dilaksanakan untuk kepentingan pengumpulan data mengenai varietas lokal, varietas yang dilepas dan varietas hasil pemuliaan yang tidak dilepas, serta data mengenai hubungan hukum antara varietas yang bersangkutan dengan pemiliknya dan/atau penggunanya. Kali ini Pusat PVTPP melaksanakan Sosialisasi Perlindungan Varietas Tanaman dan Pendaftaran Varietas Tanaman di Provinsi Sumatera Barat pada tanggal 13 Mei 2015 dan Banten pada tanggal 21 Mei 2015 .

Provinsi Sumatera Barat memiliki potensi cukup besar untuk pengembangan komoditas pertanian yang berorientasi agribisnis, baik dari segi agroklimat maupun potensi lahan. Luas provinsi Sumatera Barat ± 42.226,64 km2 telah dimanfaatkan untuk lahan pertanian sekitar 20,0%, sisanya sebagian besar merupakan hutan yang masih berpeluang untuk pengembangan sektor pertanian (Bappeda Sumbar, 2009). Kondisi biofisik wilayah yang komplek, mulai dataran rendah sampai dataran tinggi dengan berbagai tipe iklim dan jenis tanah, sangat memungkinkan untuk pengembangan berbagai komoditas, baik komoditas unggulan wilayah maupun komoditas potensial (prospektif). Dari segi iklim, cukup mendukung pengembangan sektor pertanian khususnya buah-buahan seperti pisang, manggis, sawo, alpukat, jeruk dan markisa manis. Terdapat 31 varietas lokal yang telah terdaftar di Pusat PVTPP dan tentunya masih banyak lagi yang belum didaftarkan.

Sosialisasi yang dilaksanakan di Dinas Pertanian Kabupaten Solok, Sumatera Barat pada tanggal 13 Mei 2015 ini dihadiri oleh dinas-dinas lingkup pertanian Kabupaten Solok, Kota Solok, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Kotabaru, dan Kabupaten Payakumbuh, dan materi yang disampaikan adalah : 1) Persyaratan dan tata cara pendaftaran varietas tanaman (varietas lokal dan varietas hasil pemuliaan); 2) Persyaratan dan tata cara pendaftaran varietas tanaman hortikultura dalam rangka peredaran benih. Sedangkan pada tanggal 14 Mei 2015 dilakukan sosialisasi untuk perguruan tinggi yang bertempat di Universitas Andalas, Padang. Acara diikuti oleh dosen fakultas pertanian terutama dosen pemuliaan berbagai perguruan tinggi yang ada di Sumatera Barat, antara lain Universitas Andalas, Universitas Taman Siswa, STP H. Agus Salim, Akademi Pertanian (APERTA), UNES, STIPER, Politani dan Universitas Padang, sedangkan materi yang disampaikan adalah: 1)Persyaratan dan tata cara permohonan hak PVT dan 2) Persyaratan dan tata cara pendaftaran varietas tanaman hasil pemuliaan.

Sosialisasi berikutnya adalah di Provinsi Banten. Potensi pertanian Banten mulai berkembang. Dua tanaman palawija yang cukup diandalkan masyarakat Banten sebagai potensi unggulan yaitu ubi kayu dan kacang kedelai. Beberapa varietas asal Provinsi Banten yang didaftarkan adalah Jambu air Cincalo Weha, Padi Kewal Sr 1 s/d. 3, Durian Lodong dan Si Seupah dan Philodendron selloum Ratu dan tentunya masih banyak varietas lokal maupun hasil pemuliaan yang belum terdaftar di Kantor Pusat PVTPP. Sosialisasi diselenggarakan bekerjasama dengan Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang, pada tanggal 21 Mei 2015 bertempat di Aula Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Acara diikuti oleh dosen Fakultas Pertanian Untirta, Dinas Pertanian Provinsi banten, Dinas Pertanian Kabupaten/Kota se-Provinsi Banten. Materi yang disampaikan diantaranya adalah perkembangan pembangunan pertanian di Provinsi Banten (Dinas Pertanian Provisni Banten) dan Peranan Perguruan Tinggi dalam Pembangunan pertanian di Indonesia.