PUSAT PVTPP PACU PENDAFTARAN SDG UNTUK MENDONGKRAK PENGEMBANGAN KOMODITAS UNGGULAN SULAWESI BARAT

Sosialisasi Mamuju Sulbar

Mamuju, 18 Desember 2017. Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah  (Balitbangda) Provinsi Sulawesi Barat menyelenggarakan sosialisasi Pengembangan Komoditas Unggulan Daerah pada tanggal 18 Desember 2017 bertempat di Aula Kantor Gubernur Sulawesi Barat. Acara sosialisasi dibuka oleh Kepala Balitbangda Provinsi Sulawesi Barat Dr.HM Jamil Barambangi, M.Pd yang dihadiri oleh Kepala Pusat PVTPP dan  instansi terkait di Provinsi Sulawesi Barat.

Dalam sambutan pembukaannya Kepala Balitbangda menyampaikan bahwa Sulawesi Barat mempunyai sumber daya genetik yang cukup banyak, namun belum dikelola dan dimanfaatkan dengan baik dan banyak sumber daya genetik Sulawesi Barat yang menjadi ikon daerah lain disekitarnya. Dalam kesempatan ini Jamil Barambangi mengajak peran aktif institusi di wilayah nya untuk bersama membangun dan mengembangkan varietas lokal Sulawesi Barat agar mempunyai nilai ekonomi.

Kepala Pusat PVTPP, Prof (R) Dr.Ir. Erizal Jamal menyambut baik kegiatan ini dan terus mendorong daerah agar mampu mengelola SDG yang ada di Sulawesi Barat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayahnya. Dalam waktu dekat ada 5 varietas lokal yang akan didaftar ke Kantor Pusat PVTPP yaitu pisang Loka Jonjo, durian Tapangi dari kabupaten Mamuju, durian Lupa dan durian Tammembatik dari kabupaten Polewali Mandar dan pisang Loka Pere dari kabupaten Majene. Lebih lanjut Kepala Pusat PVTPP mengajak Komda SDG Sulbar untuk lebih berperan aktif dalam upaya perlindungan varietas melalui penyusunan road map SDG melalui perbaikan data sebaran dan karakterisasi serta kajian terhadap potensi/keunggulan varietas lokal sehingga memberikan kontribusi/manfaat ekonomi bagi pemiliknya.

Dari hasil identifikasi SDG yang dilakukan oleh BPTP diperoleh sekitar 18 jenis varietas lokal tanaman pangan, 35 jenis untuk hortikultura, 22 untuk perkebunan dan kehutanan dan sekitar 30 jenis SDG untuk biofarmaka. Namun demikian hingga saat ini baru 2 varietas kakao yang terdaftar di Kantor Pusat PVTPP yaitu Sulawesi 1 dan Sulawesi 2. Komoditas kakao ini sebenarnya mempunyai potensi yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi produk olahan. Namun saat ini klon unggul kakao banyak diperbanyak oleh Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia  sehingga bagi Sulawesi Barat agak sulit mendapatkan kembali klon unggulnya tersebut.