PERLINDUNGAN VARIETAS TANAMAN DALAM PERSEPSI PETANI PEMULIA

SARASEHAN PVT

Kediri- Pengetahuan tradisional yang dimiliki petani di Indonesia telah banyak menghasilkan benih lokal yang terbukti mampu beradaptasi dengan lingkungan setempat dan memiliki sifat-sifat unggul lainnya. Dalam rangka mendorong kinerja petani pemulia dalam menciptakan varietas unggul baru, bertempat di Desa Sendang kecamatan Banyakan Kediri Jawa Timur, 25 Juli 2017, Pusat PVTPP melaksanakan kegiatan Sarasehan dengan petani, penangkar dan pemulia tanaman.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Bidang Perlindungan Varietas Tanaman Ir. Ewin Suib, MM yang mewakili Kepala Pusat PVTPP. Hadir dalam kegiatan ini Kepala BPTP Jawa Timur, Kepala Desa Banyakan, Ketua dan Pengurus Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani (AB2TI),   Komandan Koramil Desa Banyakan, Kepolisian setempat, mahasiwa dari Universitas Airlangga petani pemulia, dan penangkar benih baik dari beberapa kabupaten/kota wilayah Jawa Timur. Sarasehan ini dimaksudkan untuk menggali permasalahan dan kebutuhan yang dihadapi petani pemulia secara langsung, yang diharapkan dapat dirumuskan langkah-langkah strategis dalam rangka mendorong kinerja petani pemulia dalam kerangka perlindungan varietas tanaman.

Beberapa permasalahan yang ditemui petani umumnya adalah ketidaktahuan tentang konsep Perlindungan Varietas Tanaman oleh petani, sehingga beberapa kasus kriminalisasi petani  yang sampai  pada keputusan meja hijau menimbulkan ketakutan tersendiri bahkan dianggap telah membunuh kreatifitas petani.  Keputusan Mahmakah Konstitusi terhadap UU No. 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman yang sampai saat ini belum ditinjaklajuti menjadi dasar keluhan mereka. Selain hal tersebut juga dikeluhkan minimnya sarana gudang dan alat pengering dan aspek teknis lainnya terkait dengan pupuk dan serangan hama.

Kepala Desa Banyakan menyampaikan permasalahan yang muncul saat ini yaitu ketidak keserasian jadwal untuk memenuhi kebutuhan benih dan pupuk yang datang dari pemerintah sehingga petani membutuhkan perencanaan yang matang dan hal ini menjadi permasalahan yang seakan tiada henti. Pada kesempatan yang sama Prof Andreas selaku Ketua AB2TI memaparkan kegiatan yang dilaksanakan oleh petani binaanya menuju pertanian yang ramah lingkungan serta perkembangan pertanian berbasis modern.