Diskusi Terbatas “Membangun Kemitraan Pemulia Dengan Dunia Usaha”

Diskusi Terbatas “Membangun Kemitraan Pemulia Dengan Dunia Usaha”

Pusat PVTPP melaksanakan kegiatan Diskusi Terbatas pada tanggal 7 November 2016 bertempat di Ruang Rapat Pusat PVTPP, dengan tema  “Membangun Kemitraan Pemulia dengan Dunia Usaha”. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengetahui pola kemitraan yang telah dikembangkan oleh lembaga penelitian dalam komersialisasi hasil penelitian/perakitan varietas, mengetahui permasalahan yang ada dalam pemasaran varietas baru hasil penelitian/perakitan serta merumuskan langkah-langkah strategis dalam rangka mendorong kinerja perakitan varietas unggul di Indonesia melalui manfaat ekonomi.

Narasumber diskusi adalah perwakilan dari Balai Pengelola Alih Teknologi Pertanian (BPATP), Pusat Inovasi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PUSINOV LIPI), Pusat Diseminasi dan Kemitraan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Jenderal Soedirman,  perusahaan swasta nasional PT. Agri Makmur Pertiwi dan pemulia perseorangan Rudy Madyanto pemegang sertifikat Hak PVT kentang varietas Madisu AP-4.

Dari hasil diskusi dapat diketahui bahwa permasalahan PVT sangat kompleks dari hulu sampai hilir, diantaranya terkait dengan terbatasnya jumlah SDM di bidang pemuliaan, belum adanya pemetaan yang jelas peran swasta dan pemerintah dalam bidang pemuliaan, pengelolaan sumber daya genetik yang belum optimal, serta masih kurangnya sosialisasi tentang pentingnya Perlindungan Varietas Tanaman. Hasil dari diskusi tersebut dirumuskan beberapa hal mendesak yang perlu ditindaklanjuti yaitu penyederhanaan prosedur dan dokumen terkait aspek teknis dan iuran biaya tahunan PVT,  sosialisasi UU No. 29 Tahun 2000 kepada aparat penegak hukum mengingat masih sangat rendahnya keterlibatan PPVTPP dalam penanganan kasus-kasus copy variety, dan kemitraan dengan pihak swasta dimulai dari awal proses penelitian untuk menjawab tantangan pasar terkait dengan preferensi konsumen terhadap varietas yang akan dirakit.

Selain itu, perlu dilakukan sosialisasi ke perguruan-perguruan tinggi untuk merangsang program studi pemuliaan tanaman sebagai penyedia sumber daya manusia pemulia tanaman; kerjasama kemitraan dalam rangka breeding process antara perusahaan swasta-perguruan tinggi dengan melibatkan mahasiswa pemuliaan tanaman. Untuk mendorong ketersediaan benih unggul dan baru perlu segera dikembangkan kerjasama kemitraan antara pemerintah dengan pihak swasta melalui stimulus-stimulus yang diberikan seperti program pendanaan yang difokuskan pada program-program peningkatan produksi komoditas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *