KEMENTERIAN PERTANIAN INTEGRASI LAYANAN PERIZINAN PERTANIAN SECARA ELEKTRONIK DENGAN ONLINE SINGLE SUBMISSION

KEMENTERIAN PERTANIAN INTEGRASI LAYANAN PERIZINAN PERTANIAN SECARA ELEKTRONIK DENGAN ONLINE SINGLE SUBMISSION

Online Single Submission (OSS) merupakan sistem perizinan terintegrasi berbasis teknologi yang mengintegrasikan informasi perizinan di pusat dan daerah untuk mempermudah kegiatan usaha dalam negeri, sesuai amanat Presiden RI yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2017 tentang Percepatan Pelaksanaan Berusaha.

Pelaksanaan Sistem OSS dilandasi payung hukum Peraturan Pemerintah Nomor Nomor 24 Tahun 2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik yang diluncurkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pada tanggal 9 Juli 2018.

Merespon hal ini, Kementerian Pertanian juga telah mengundangkan Permentan Nomor 29/PERMENTAN/PP.210/7/2018 tentang Tata Cara Perizinan Berusaha Sektor Pertanian dengan pemberlakuan penyederhanaan dan pengintegrasian perizinan berusaha di lingkup Kementerian Pertanian. Kementan telah melakukan integrasi aplikasi perizinan pertanian ke sistem OSS yang dibangun oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian untuk izin usaha dan izin komersial / operasional.

Untuk mendorong kelancaran pelaksanaan OSS di lingkup kementerian pertanian, Pusat PVTPP menyelenggarakan Workshop Perizinan Pertanian Terintegrasi Secara Elektronik (OSS) tanggal 31 Juli 2018 di Hotel Salak The Heritage. Sebanyak 70 peserta dari Eselon 1 lingkup Kementan menghadiri workshop ini, unutk memastikan terintegrasinya aplikasi perizinan pertanian melalui SIMPEL ke sistem aplikasi OSS Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, mensosialisasikan tata cara integrasi ke sistem aplikasi OSS, dan menyamakan persepsi integrasi OSS di Kementerian Pertanian.

Kepala Pusat PVTPP, Prof. Dr. Ir. Erizal Jamal, M.Si., menyampaikan pada sambutannya, integrasi sistem OSS membawa perubahan yang sangat mendasar dan berdampak besar terhadap penyederhanaan pelayanan perizinan pertanian pada aspek regulasi dan jenis layanan perizinan, serta pemangkasan alur proses sehingga dapat melayani masyarakat lebih efektif dan efisien.

Proses Alur OSS yang singkat dan mudah

Setiap pelaku usaha yang hendak melakukan permohonan perizinan, harus mendaftarkan diri ke sistem OSS untuk mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB). Pelaku usaha harus memasukkan data-data perusahaan, akta pendirian/ pengesahan yang terintegrasi dengan data AHU pada Kementerian Hukum dan HAM, serta data tambahan. Setelah terbit Nomor Induk Berusaha dan juga menyatakan komitmen kepatuhan dimana pelaku usaha dapat mendapatkan izin dalam waktu kurang dari satu jam. Setelah itu dilakukan proses pengawasan untuk memonitor kesanggupan para pelaku usaha memenuhi komitmennya.

Untuk izin usaha, setelah mendapatkan NIB, pelaku usaha usaha mengajukan permohonan di sistem OSS, kemudian data izin usaha pemohon dikirim dari OSS ke aplikasi OSS Kementan berdasarkan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI), selanjutnya pelaku usaha menerima notifikasi melalui email untuk melengkapi pemenuhan komitmen. Berikutnya, pemohon menyampaikan dokumen pemenuhan komitmen/ persyaratan perizinan berusaha melalui aplikasi OSS Kementan dan akan diproses oleh operator layanan perizinan. Tahap berikutnya adalah update status validasi, verifikasi pembayaran, inspeksi, disetujui/ ditolak. Untuk izin komersial/operasional, setelah mendapatkan NIB, pemohon mengajukan permohonan melalui SIMPEL.

Kepala Pusat PVTPP menyatakan bahwa dengan proses baru ini maka Pusat PVTPP beserta seluruh eselon 1 dan 2 terkait lingkup Kementerian Pertanian akan segera menyusun SOP yang mengacu pada pada PP 24/2018 dan Permentan 29/2018.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *