Pusat PVTPP Segera Luncurkan Pendaftaran Varietas Tanaman Online

Pusat PVTPP Segera Luncurkan Pendaftaran Varietas Tanaman Online

Indonesia memiliki sumber daya genetik (SDG) dan plasma nutfah yang melimpah dan dapat dimanfaatkan untuk merakit varietas baru dan unggul untuk mendorong industri benih nasional dan mendukung tercapainya swasembada pangan. Terkait dengan hal ini, Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian merupakan unit kerja pelayanan publik (UKPP) Kementerian Pertanian yang, sesuai dengan Undang-undang Nomor 29 Tahun 2000 tentang Perlindungan Varietas Tanaman, telah diberikan mandat untuk mengelola pendaftaran varietas tanaman.

Sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya, Pusat PVTPP mengembangkan pelayanan secara online untuk Pendaftaran Varietas Tanaman yang akan diberlakukan per 1 Desember 2016. Hal ini sesuai instruksi Presiden bahwa pelayanan publik perlu dilakukan reformasi menjadi berbasis elektronik agar lebih mudah diakses, sederhana, dan efisien, yang sejalan dengan amanat Peraturan Menteri Pertanian Nomor 117/Permentan/HK.300/11/2013 tentang Pelayanan Perizinan Pertanian Secara Online.

Sehubungan dengan hal tersebut di atas, Pusat PVTPP menyelenggarakan sosialisasi dan workshop pada tanggal 12 Oktober 2016 di Hotel Horison Bandung. Acara ini dihadiri sekitar 75 peserta perwakilan dari pelaku usaha benih, pemulia tanaman dari perguruan tinggi dan swasta, Dinas Pertanian Jawa Barat, Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) Jawa Barat, BPSB Jawa Tengah, BPSB DI Yogyakarta, dan Direktorat Jenderal Hortikultura. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Pusat, Prof. (R). Dr. Ir. Erizal Jamal, M.Si, yang pada sambutannya mengharapkan peserta dapat memahami cara penggunaan aplikasi sehingga akan mempermudah dan mempercepat proses pendaftaran varietas tanaman. Selain itu, tujuan dari kegiatan ini adalah menjaring input/masukan untuk pengembangan dan penyempurnaan aplikasi dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan publik Pusat PVTPP agar sesuai dengan harapan dan kebutuhan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *