SINKRONISASI DATA PLASMA NUTFAH PUSAT PVTPP DAN BB BIOGEN

SINKRONISASI DATA PLASMA NUTFAH PUSAT PVTPP DAN BB BIOGEN

Dalam rangka pelestarian Sumber Daya Genetik (SDG) di Indonesia, Pusat PVTPP melakukan upaya sinkronisasi data plasma nutfah lingkup kementerian Pertanian dan Lembaga Penelitian Pemerintah. Sebagai langkah awal di tahun 2019, Pusat PVTPP menggandeng Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik (BB BIOGEN) dalam Sinkronisasi Data Plasma Nutfah yang tersimpan pada Bank Gen BB BIOGEN dengan data varietas lokal terdaftar di Pusat PVTPP.

Sinkronisasi data plasma nuftah ini dilaksanakan pada tanggal 5 Juli 2019. Kegiatan ini dibuka oleh Ir. Mastur, M.Si, Ph.D selaku Kepala Balai BB Biogen dan dihadiri oleh Kepala Pusat PVTPP, Kepala Bidang pendaftaran Varietas Tanaman, Kepala Subbidang Pendaftaran Varietas Lokal dan Hasil Pemuliaan, Kasubbid Pendaftaran Peredaran Varietas, Kasubbid Kerjasama BB BIOGEN, Penanggung Jawab Bank Gen, dan Staff Bidang Pendaftaran Varietas Tanaman.

Dalam sambutan pembukaan, Kepala BB BIOGEN menyampaikan apresiasi atas upaya aktif Pusat PVTPP dalam mendata varietas lokal. Pada prinsipnya Pusat PVTPP maupun BB BIOGEN dapat saling melengkapi, karena aksesi lokal yang tersimpan di Bank gen belum memiliki legalitas kepemilikan, sementara varietas lokal terdaftar di Pusat PVTPP juga belum dilengkapi dengan marka molekuler. Kondisi ini masih membuka celah terjadinya pencurian genetik oleh pihak asing (Bio piracy dan duplikasi varietas. BB BIOGEN berharap sinkronisasi data ini dapat menjadi langkah awal terbentuknya kerjasama yang berkesinambungan mengenai pertukaran data, penyempurnaan karakterisasi varietas lokal dengan marka molekuler, dan penyimpanan materi genetik varietas lokal terdaftar.

Agenda sinkronisasi data plasma nutfah ini difokuskan pada varietas padi yang tersimpan di bank gen BB BIOGEN dan telah dikarakterisasi secara molekular mulai tahun 2015 – 2018 sebanyak 338 aksesi dengan varietas padi lokal terdaftar mulai tahun 2015 – Juni 2019 sebanyak 342 varietas. Dalam melakukan sinkronisasi data ini terdapat hambatan karena adanya perbedaan struktur data pada nama aksesi dan kepemilikan, namun data sebaran geografis dapat dijadikan acuan untuk menyamakan perbedaan struktur data tersebut.
Sinkronisasi data ini menghasilkan irisan data sebanyak 73 aksesi yang sudah terdaftar di Pusat PVTPP. Ini berarti 73 varietas lokal tersebut telah memiliki legalitas kepemilikan dan identitasnya telah dilengkapi dengan marka molekular.

Ada 2 (dua) tindak lanjut dari hasil sinkronisasi data. Pertama untuk 73 data irisan akan di lakukan klarifikasi ke pendonor aksesi atau pendeskripsi varietas, tindak lanjut Kedua adalah untuk 265 aksesi yang tidak terdaftar di Pusat PVTPP, maka Pusat PVTPP akan memfasilitasi pendaftarannya dengan berkoordinasi dengan pemerintah daerah asal varietas. Hal ini disampaikan oleh Prof.Dr.Ir. Erizal Jamal, MSi selaku kepala Pusat PVTPP pada penutupan kegiatan.

Sebagai agenda besar selanjutnya, Pusat PVTPP akan membentuk kerja sama dengan BB BIOGEN terkait sinkronisasi data untuk jenis tanaman lainnya, fasilitasi kelengkapan marka molekuler varietas lokal terdaftar, dan penyimpanan materi genetik untuk varietas lokal terdaftar sehingga pelestarian sumber daya genetik dapat terwujud secara optimal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *