Berita

Berita terbaru dari PPVTPP

Optimalkan Pendaftaran Varietas Hortikultura, Pusat PVTPP Adakan Kortek di Balitjestro

Dimulai pada 2019, Pusat PVTPP menyelenggarakan koordinasi teknis sebagai upaya mendorong balai-balai penelitian dan produsen benih hortikultura untuk melakukan perakitan varietas unggul baru dan kemudian mendaftarkannya untuk tujuan komersialisasi (pelepasan/peredaran benih). Pada Kamis (06/02), Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) menjadi tempat ketiga penyelenggaraan koordinasi teknis pendaftaran varietas hortikultura setelah Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) dan  Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa). Hadir sebagai peserta antara lain dari jajaran peneliti

PUSAT PVTPP LAKSANAKAN SIMULASI APLIKASI ONLINE PELEPASAN VARIETAS

Sebagai implementasi terbitnya Peraturan Menteri Pertanian Nomor 38 Tahun 2019 tentang Pelepasan Varietas Tanaman dan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 45 Tahun 2019 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik di Bidang Pertanian, Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian telah membangun aplikasi online pelepasan varietas tanaman. Untuk menguji aplikasi yang telah dibangun tersebut, Pusat PVTPP melakukan simulasi di Laboratorium Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian pada tanggal 20 Januari 2020,

LANGKAH SINERGI PUSAT PVTPP DAN BBP2TP DALAM PERCEPAT PENDAFTARAN VARIETAS LOKAL

Dalam upaya mengevaluasi kegiatan percepatan pendaftaran varietas lokal melalui kerjasama dengan Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, Pusat PVTPP menggelar Evaluasi Percepatan Pendaftaran Varietas Lokal pada tanggal 4 Oktober 2019 bertempat di Hotel Santika Premier Surabaya. Acara dibuka oleh Kepala Pusat PVTPP dan dihadiri oleh Kepala Balai Besar Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian (BB BIOGEN), Tim Percepatan Pendaftaran Varietas Lokal lingkup Pusat PVTPP dan BBP2TP, serta Penanggung Jawab SDG

Menggagas Konsep Free Royalty System dalam Ranah Perlindungan Varietas Tanaman

Menjelang 20 tahun implementasi Undang-undang Nomor 2000 tentang PVT, Pusat PVTPP yang telah menerbitkan 470 Sertifikat Hak PVT mulai menggagas serius aspek kebermanfaatan Hak PVT. Hal ini mencakup manfaat ekonomi yang didapat oleh pemulia tanaman dan/atau pemegang Hak PVT serta manfaat bagi petani dalam mengakses secara luas benih unggul berkualitas. Manfaat ekonomi bagi pemulia/pemegang Hak PVT dimungkinkan untuk dioptimalkan melalui mekanisme lisensi, seperti yang diatur dalam Pasal 42 Undang-undang PVT

Kopi Liberoid Meranti, Varietas Unggul dari Lahan Gambut Kabupaten Kepulauan Meranti

Selain Sagu Selat Panjang, Kabupaten Kepulauan Meranti di Provinsi Riau memiliki potensi varietas lokal yang sudah dikembangkan dengan baik, yaitu Kopi Liberoid Meranti. . Jika biasanya kita menemui kopi jenis arabika atau robusta, maka kopi ini berbeda sekaligus unik, karena ia tergolong jenis liberika. Kopi jenis liberika dapat ditanam di ketinggian 1 meter sampai 500 meter dari permukaan laut. Di tempat asalnya, Desa Kedaburapat, Pulau Rangsang, kopi dataran rendah ini

Rembug dan Expo KTNA 2019 ke-48

Provinsi Riau menjadi tuan rumah Rembug Nasional Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) ke-48 dan EXPO KTNA ke-5 di lapangan Masjid Agung An-Nur Kota Pekanbaru pada 22-25 September 2019. Rembug KTNA ini dibuka langsung oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, Dedi Nursyamsi, mewakili Menteri Pertanian Republik Indonesia. Kendati kabut asap menyelimuti Kota Pekanbaru dan sekitarnya, suasana pembukaan berlangsung semarak dan khitmat. Kegiatan ini juga dihadiri Ketua Umum

Menuju Implementasi SMAP, Pusat PVTPP Latih Auditor Internal

Selama dua hari (16-17 September 2019), sebanyak 35 orang perwakilan dari Bagian Umum dan tiga Bidang di Pusat PVTPP mengikuti pelatihan audit internal dilanjutkan dengan praktik audit internal bersama Wahyudin Lihawa, S.T., M.KKK., konsultan dari PT Batata Sistem Caraka. Pelatihan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada peserta tentang panduan audit, teknik audit, dan kemampuan melakukan audit internal berdasarkan ISO 19011:2018. Peserta mendapatkan materi mengenai evolusi standar audit sistem manajemen, tujuan audit