Google Translate Widget
Hubungi Kami
Waktu Pelayanan Senin-Kamis: 08:00 – 15:00 / Jumat: 08:00 – 15:30

Pemasukan Ternak Ruminansia Besar

Dasar Hukum : Permentan  Nomor 16/Permentan/PK.440/5/2016

Bagan Alur

 

 

 

 

 

 

 

 

Persyaratan Administrasi 

A. Permohonan Pemasukan Pertama Kali

  1. surat permohonan
  2. Kartu Tanda Penduduk atau identitas pimpinan perusahaan
  3. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) Pelaku Usaha
  4. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) di bidang peternakan dan/atau kesehatan hewan
  5. akta pendirian perusahaan dan perubahan terakhir
  6. rekomendasi Dinas
  7. surat keterangan domisili perusahaan
  8. Angka Pengenal Impor (API)
  9. surat keterangan mempunyai dokter hewan penanggung jawab teknis dari pimpinan
    perusahaan
  10. surat pernyataan yang menyatakan bahwa pemotongan Bakalan dilakukan di Rumah Potong
    Hewan yang telah memiliki Nomor Kontrol Veteriner atau pra Nomor Kontrol Veteriner*)
  11. surat pernyataan bermaterai yang menyatakan dokumen yang disampaikan benar dan sah

*) tidak berlaku untuk permohonan pemasukan indukan dan jantan produktif

B. Permohonan Pemasukan Berikutnya

  1. surat permohonan
  2. rekomendasi Dinas
  3. surat keterangan mempunyai dokter hewan penanggung jawab teknis dari pimpinan perusahaan
  4. surat pernyataan yang menyatakan bahwa pemotongan Bakalan dilakukan di Rumah Potong
    Hewan yang telah memiliki Nomor Kontrol Veteriner atau pra Nomor Kontrol Veteriner*
  5. surat pernyataan bermaterai yang menyatakan dokumen yang disampaikan benar dan sah

*) tidak berlaku untuk permohonan pemasukan indukan dan jantan produktif

Persyaratan Teknis Kesehatan Hewan 

A. Negara Asal

  1. bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Rift Valley Fever (RVF), Contagious Bovine
    Pleuropneumonia, Peste des Petit Ruminant yang mengacu pada deklarasi Badan Kesehatan Hewan Dunia/World Organization for Animal Health/Office International des Epizooties (WOAH/OIE)
  2. berstatus negligible atau controlled BSE risk yang mengacu pada deklarasi Badan Kesehatan Hewan Dunia/World Organization for Animal Health/Office International des Epizooties (WOAH/OIE), harus memenuhi persyaratan:
  • tidak ditemukan kasus BSE selama 7 (tujuh) tahun terakhir
  • melakukan surveilans BSE selama 7 (tujuh) tahun berturut-turut sesuai dengan standar dan diakui oleh Badan Kesehatan Hewan Dunia/World Organization for Animal Health/Office International des Epizooties (WOAH/OIE)
  • tidak memberikan pakan yang mengandung Meat Bone Meal (MBM) ruminansia
  • melaporkan status dan situasi penyakit hewan kepada Badan Kesehatan Hewan Dunia/World Organization for Animal Health/Office International des Epizooties (WOAH/OIE)

3. Melaksanakan program monitoring dan surveilans residu antibiotik, hormon, dan bahan lain yang membahayakan kesehatan hewan dan manusia

B. Farm atau Registered Premises/Approved Premises atau nama lain yang sejenis 

  1. berasal dari Negara Asal yang telah ditetapkan oleh Menteri Pertanian
  2. tidak sedang terjadi wabah penyakit hewan menular
  3. terdaftar sebagai Farm atau Registered Premises/Approved Premises atau nama lain yang sejenis dan telah diaudit oleh otoritas veteriner Negara Asal
  4. menerapkan biosecurity
  5. tidak memberikan pakan yang mengandung Meat Bone Meal (MBM) ruminansia
  6. tidak mengeluarkan Bakalan yang belum melewati withholding periods antibiotik dan hormon pertumbuhan
  7. menerapkan kaidah kesejahteraan hewan
  8. menerapkan pedoman budi daya ternak yang baik (good farming practice)

C. Ternak Ruminansia Besar 

Dalam keadaan sehat dibuktikan dengan sertifikat kesehatan hewan (animal health certificate) yang diterbitkan oleh otoritas veteriner Negara Asal

Persyaratan  Spesifikasi Ternak Ruminansia Besar 

Meliputi spesifikasi teknis:

A. Bakalan;

  1. berat badan rata-rata (maks. 350 kg untuk sapi dan 400 kg untuk kerbau) berdasarkan Pemberitahuan Impor Barang (PIB)
  2. berumur maks. 30 bulan yang dibuktikan dengan surat keterangan dari Negara Asal

B. Indukan

  1. memiliki organ reproduksi dan ambing normal
  2. sapi berumur antara 18 s.d. 36 bulan
  3. kerbau berumur antara 36 s.d. 60 bulan
  4. bebas dari cacat fisik seperti cacat mata, kaki dan kuku abnormal, serta tidak terdapat kelainan tulang punggung atau cacat tubuh lainnya

C. Jantan Produktif

  1. organ reproduksi normal
  2. sapi berumur antara 24 s.d. 36 bulan
  3. kerbau berumur antara 24 s.d. 48 bulan
  4. bebas dari cacat fisik seperti cacat mata, kaki dan kuku abnormal, serta tidak terdapat kelainan tulang punggung atau cacat tubuh lainnya